Blogger Widgets

News Update :

7 Alasan Tidak Boleh Sering Kerja Lembur

Penulis : Unknown on Minggu, 05 Januari 2014 | 03.50

Minggu, 05 Januari 2014

KOMPAS.com - Bila setiap hari Anda adalah orang terakhir yang meninggalkan kantor, mungkin karier Anda cepat meningkat tetapi jam-jam ekstra yang Anda habiskan di kantor juga berpengaruh bagi kesehatan.

Dalam studi yang dirilis belum lama ini terungkap bahwa pekerja yang bekerja 11 jam setiap hari beresiko tinggi menderita depresi dibandingkan orang yang jam kerjanya standar, yakni sekitar 7-8 jam per hari. Hasil riset tersebut menambah daftar lain dari dampak buruk kerja lembur bagi kesehatan.

Untunglah, waktu dua hari di akhir pekan bisa membantu kita mengurangi dampak stres dari jam-jam panjang yang dihabiskan di kantor. Di bawah ini adalah beberapa alasan mengapa kerja lembur sebaiknya tidak menjadi rutinitas harian.

1. Depresi

Studi terbaru menunjukkan bahwa orang yang rutin bekerja lembur lebih rentan depresi. Ini antara lain karena jam kerja yang panjang berarti waktu yang pendek untuk dihabiskan mengurusi keluarga dan diri sendiri.

2. Terlalu banyak duduk

Mereka yang pekerjaannya mengharuskan untuk duduk di belakang meja harus menyadari bahwa gaya hidup sedentari tersebut berbahaya bagi kesehatan. Cukup banyak riset yang menyatakan orang yang terlalu banyak duduk beresiko tinggi menderita diabetes, obesitas, kanker, atau serangan jantung.

Malah, menurut peneliti dari University of Missouri, orang yang terlalu banyak duduk, meski mereka meluangkan waktu berolahraga, tetapi beresiko tinggi menderita penyakit kronis seperti diabetes atau perlemakan liver.

3. Kurang tidur

Sebuah penelitian menunjukkan orang yang bekerja lembur cenderung memiliki kualitas tidur yang rendah. Dampak dari kurang tidur sendiri sudah cukup banyak didokumentasikan, antara lain berkurangnya konsentrasi, kenaikan berat badan, mudah marah, penyakit kardiovaskular, dan masih banyak lagi.

Hampir 30 persen orang yang kurang tidur mengaku mereka sering mengantuk di tempat kerja, sementara itu 1 dari 10 orang dari kelompok kurang tidur sering terlambat kerja.

4. Masalah kardiovaskular

Studi pada tahun 2010 menyebutkan, orang yang bekerja 10 jam atau lebih setiap hari beresiko tinggi menderita penyakit kardiovaskular seperti hipertensi atau serangan jantung. Hasil analisa studi terhadap 6.000 pekerja sipil di Inggris yang dipublikasikan  European Heart Journal edisi online menyebutkan, orang yang sering bekerja lembur dengan menghabiskan waktu 10 hingga 11 jam sehari berisiko lebih tinggi mengalami sakit jantung. 

5. Stres

Menurut para pakar dari Mayo Clinic, Rochester Amerika Serikat, seperempat orang yang disurvei menyebutkan bahwa pekerjaan merupakan stresor (pemicu stres) dalam hidup mereka. Dalam jangka pendek stres, akan memicu tubuh memproduksi hormon yang akan meningkatkan tekanan darah, detak jantung dan gula darah.

6. Ketegangan mata

Menatap layar komputer sepanjang hari merupakan penyebab utama ketegangan mata. Gejala kondisi tersebut bervariasi mulai dari sakit kepala, mata kering, atau pandangan kabur. Namun ternyata bukan cuma orang yang bekerja dengan komputer saja yang akrab dengan penyakit ini. Para sopir yang harus mengendarai kendaraan dalam waktu lama juga mengalaminya.

7. Demensia

Penelitian yang dipublikasikan tahun 2009 menunjukkan bahwa mereka yang workaholic di usia muda lebih beresiko menderita demensia saat menginjak usia tua. Studi yang dipublikasikan dalam The American Journal of Epidemiology  itu menemukan, karyawan yang bekerja lebih dari  55 jam dalam seminggu mengalami masalah dengan daya ingat, daya nalar, dan kosa kata.  Masalah-masalah tersebut bahkan semakin parah seiring dengan terus bertambahnya jumlah jam kerja mereka.

Sumber : http://health.kompas.com/read/2012/01/31/11004220/7.Alasan.Tak.Boleh.Sering.Kerja.Lembur.
komentar | | Read More...

Kondisi Kantor Pengaruhi Kesehatan Jangka Panjang

SHUTTERSTOCK

Sebagian besar dari kita menghabiskan banyak waktu di meja kerja, sehingga kita perlu memikirkan kondisi kita saat bekerja, dan melindungi kesehatan kita yang pada akhirnya merupakan kualitas hidup kita.
KOMPAS.com – Tuntutan terhadap pekerjaan zaman sekarang makin meningkat dan serba cepat. Alih-alih ingin bekerja lebih giat, kondisi tubuh tidak mendukung karena beban kerja yang tinggi dan lingkungan pekerjaan yang penuh persaingan. Situasi seperti ini ternyata dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang di kalangan pekerja kantor.

Menurut penelitian dari Fellowes, hampir tiga perempat pekerja kantor menderita penyakit, akibat terus-menerus bekerja di depan meja kerja yang tak memadai. Lebih dari dua pertiga responden yang disurvei terpaksa meminum obat untuk mengatasi kondisi kesehatan mereka. Yang mengejutkan, hampir 20 persen juga terpaksa melepaskan pekerjaan karena tidak sanggup lagi menanggung beban.

Penelitian tersebut juga mengungkap, satu dari 10 pekerja kantor mengeluh karena selalu kesakitan, 17 persen menderita rasa sakit setiap hari, dan 40 persen mengatakan lingkungan kerja mereka menyebabkan gejolak kesehatan secara terus-menerus.

Semua problem itu mengakibatkan satu dari lima pekerja kantor dapat mengalami sakit selama hampir tiga minggu dalam waktu kerja setahun. Masalah kesehatan yang kerap dialami antara lain sakit punggung, bahu tegang, masalah ,dan bahkan depresi. Perusahaan harus membayar lebih dari 7 milyar poundsterling per tahun hanya untuk membayar karyawan yang sakit.

"Dampak lingkungan kerja terhadap kesehatan pekerja kantor seperti ini terlalu sering diabaikan oleh perusahaan,” ungkap dokter umum dan penyiar kesehatan, Dr Sarah Jarvis.

"Apa yang sangat jelas dari penelitian ini adalah bahwa cara Anda bekerja dan peralatan yang Anda gunakan memiliki dampak yang besar, tidak hanya pada kesehatan di tempat kerja Anda, tetapi pada kesehatan Anda lebih luas lagi,” tambahnya.

Sarah mengatakan, setiap hari ia melihat banyak pasien yang menderita sakit, terutama sakit punggung. Dalam pengamatannya, hal itu disebabkan kondisi meja kerja yang tidak bagus, sehingga karyawan menghabiskan waktu yang lama duduk dengan posisi yang salah.

"Yang mengkhawatirkan adalah kita menganggap diri kita 'dokter pribadi' untuk membantu meringankan rasa sakit. Para pekerja lebih memilih berdiam diri ketimbang membahas dengan atasan mengenai keadaan tata ruang kantor yang dapat meminimalkan risiko masalah kesehatan dalam jangka panjang," jelas Sarah.

Penelitian ini menemukan bahwa hampir setengah dari responden mengatakan masalah kesehatan tersebut memberikan dampak negatif pada kehidupan pribadi mereka. Sebanyak 16 persen responden mengatakan hal itu dapat merusak hubungan percintaan mereka, dan satu dari lima responden menderita depresi.

Sayangnya, penelitian juga menemukan bahwa perusahaan tidak menanggapi secara serius kondisi kesehatan karyawan, layaknya seperti pemeriksaan keamanan yang wajib dilakukan di tempat kerja saat memasuki kantor.

Setengah dari pekerja kantor juga melaporkan, mereka sudah tidak menerima evaluasi mengenai tata ruang kantor dalam 12 bulan terakhir meskipun sebenarnya itu menjadi hak legal mereka. Empat puluh persen pekerja mengeluh tidak diberi peralatan kerja yang memadai, sehingga lebih dari seperempat pekerja kantor menghabiskan waktu untuk menata ulang meja kerja mereka sendiri.

"Sebagian besar dari kita menghabiskan banyak waktu di meja kerja, sehingga kita perlu berpikir lebih keras mengenai kondisi kita saat bekerja, dan melindungi kesehatan kita yang pada akhirnya merupakan kualitas hidup kita,” ujar Louise Shipley dari Fellowes.

Louise menegaskan, perusahaan memiliki tanggung jawab untuk karyawan mereka, termasuk memastikan karyawan dapat bekerja dengan aman dan produktif. Menginvestasi peralatan kantor yang memadai, dan membantu memberikan kesehatan yang layak bagi karyawan.

Sumber : http://female.kompas.com/read/2013/06/19/2245561/Kondisi.Kantor.Pengaruhi.Kesehatan.Jangka.Panjang
komentar | | Read More...

Cara Pekerjaan Kantor yang Merusak Tubuh

Punya pekerjaan nyaman di kantor mungkin sering diminati sobat, pekerjaan dalam ruangan yang dilengkapi dengan fasilitas teknologi. Tapi apakah kamu tau, banyak benda-benda dan juga cara kerja dikantor yang bisa berdampak buruk buat tubuh kamu dalam jangka pendek atau jangka panjang?

Peralatan teknologi di kantor seperti printer, komputer, laptop, keyboard, dan lainnya ternyata bisa berefek buruk buat kesehatan fisik kamu. Beberapa cara kerja dikantor merusak tubuh berikut pernah dan bahkan sedang kamu jalani:


Cara Pekerjaan Kantor yang Merusak Tubuh

* Udara yg Buruk di Ruang Kerja
Sebuah kondisi udara seperti ini sering disebut "Sick Building Syndrome". Udara di dalam gedung atau kantor bisa 100 kali lebih kotor dari udara luar.
Berbagai gas dan bahan kimia gak sehat seperti dari polutan di AC, partikel beracun, bakteri berbahaya dan lumut yg terbang, bisa terhirup sama kamu. Apalagi di gedung-gedung yg gak diurus dengan baik.

* Duduk di Kursi Sepanjang Hari
Kalo kamu kerjanya sering duduk dalam waktu lama, bisa berdampak sangat mengerikan buat tubuh kamu. Masalah umum yg sering terjadi adalah sakit dan nyeri, dan hal yg paling mengerikan adalah bisa menyebabkan kematian dini.
Resiko dan akibat duduk terlalu lama di kursi:
- Lebih tinggi mengalami gangguan otot tulang
- Obesitas
- Diabetes
- Kanker
- Penyakit Jantung
- Berpotensi terkena penyakit kronis jangka panjang
- Radang Sendi
- Dan masih banyak lagi
Kalo pekerjaan mengharuskan kamu untuk duduk sepanjang hari, lebih baik menggunakan perangkat duduk yg memungkinkan kamu untuk meluruskan postur tubuh.

* Menatap Layar Komputer Tanpa Henti
Meskipun layar komputer tidak mengeluarkan radiasi, kelelahan dari menatap layar pada jangka waktu yg lama dapat menyebabkan kerusakan mata, meskipun sementara. Di luar itu, kamu juga dapat mengalami sakit kepala dan migrain.

* Terlalu Lama dengan Laptop Panas
Siapa pun bisa mengalami masalah kulit karena panas, apalagi  kalo kamu menaruh laptop di pangkuan, bukan di meja atau dudukan laptop, tapi ada berita yg lebih buruk untuk laki-laki. Peneliti NYU menemukan bahwa laptop dapat meningkatkan suhu skrotum, yg akan memengaruhi jumlah sperma pria.

* Terlalu Banyak Mengetik
Penyebab paling umum dari Carpal Tunnel Syndrome (CTS) kelelehan yg menyakitkan pada pergelangan tangan yg bisa merambat pada lengan adalah Mengetik berlebihan atau terlalu lama. CTS yg terlalu parah bisa menyebabkan kerusakan saraf permanen dan pengecilan otot.

* Keyboard yg Kotor
Keyboard yg kotor bisa menjadi salah satu tempat berkembang biak bakteri. Menurut Ahli mikrobiologi, keyboard kotor bahkan bisa memiliki lima kali lebih banyak bakteri dibandingkan dengan kamar mandi, dan termasuk bakteri yg berbahaya seperti E. coli (yg menyebabkan keracunan makanan) dan juga staphylococcus (yg menyebabkan berbagai infeksi).

* Menggunakan Mouse di Tempat yg Sama
Kalo kamu menggunakan mouse tetap di tempat yg sama sepanjang hari, kamu akan lebih rentan terhadap cedera repetitive strain injury (RSI) akibat melakukan suatu kegiatan secara repetitif.
RSI tungkai atas terjadi ketika tendon kamu menjadi lebih tegang dari yg seharusnya untuk jangka waktu yg lama, disebabkan karena pengulangan gerakan, posisi gak nyaman yg terus dilakukan, atau menekan permukaan keras dalam waktu lama.

* Sering Terkena Paparan Printer / Mesin Fotokopi
Partikel toner yg ada di Printer laser bisa masuk ke paru-paru dan aliran darah, yg dapat menyebabkan penyakit paru-paru dan penyakit lainnya.
Mesin Fotokopi adalah sumber ozon yg mematikan kalo penyaringnya gak diganti secara berkala, bahkan jumlah kecil bisa menyebabkan nyeri dada dan iritasi.

* Penggunaan Smartphone yg Berlebihan
Orang yg menggunakan smartphone mereka untuk SMS dan email secara terus menerus rentan terhadap kelelahan otot dan "Blackberry Thumb," yg merupakan salah jenis RSI. Efeknya bisa menjadi sangat parah dan rasa sakit bisa menjalar ke pergelangan tangan dan dapat melemahkan tangan.

* Kuman di Benda Lain
Keyboard atau mouse bukan satu-satunya sarang bakteri di kantor. Pintu, kenop keran, pegangan tangga, lift, tombol printer, berjabatan tangan dan masih banyak lokasi penuh bakteri lainnya. Mikroba ada di mana-mana dan ada beberapa yg bahkan bisa berdampak buruj dan membunuh.

* Terkena Sinar Terlalu Banyak
Tubuh akan memperlakukan pencahayaan yg berlebihan sama seperti ketika kedaan gelap gulita, sehingga itu akan merusak jam biologis kita.
Pencahayaan berlebihan bisa menimbulkan lebih banyak masalah lebih dari sekedar sakit kepala biasa. Masalah kesehatan dapat mencakup tingkat yg sangat tinggi pada kelelahan, stres, tekanan darah tinggi, dan peningkatan risiko karsinoma tertentu.

* Waktu Deadline Sempit
Ketika harus memenuhi pekerjaan dengan target dan tenggang waktu ketat pastinya bikin stress. Dan menurut Science Daily, hal itu bisa mempengaruhi kemampuan belajar dan ingatan kamu. Stres jangka pendek seperti ini bisa sama buruknya dengan stres yg berlangsung selama beberapa pekan atau bulan.

* Bekerja Lebih dari 10 Jam per Hari
Sebuah Penelitian di Eropa menemukan bahwa, orang yg bekerja 10 jam atau lebih setiap harinya memiliki risiko 60 persen lebih besar mengalami masalah kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan angina.

* Merasa Sangat Bosan
Menurut penelitian dan studi University College London, orang-orang yg mengeluh bosan bekerja punya lebih banyak kemungkinan untuk mati muda, dan mereka yg melaporkan kebosanan tingkat tinggi, kemungkinan lebih besar untuk meninggal akibat penyakit jantung atau stroke.
Kebosanan juga bisa meningkatkan resiko tinggi pada kecelakaan kerja.

* Training untuk Membangkitkan Motivasi
Biasanya sebuah perusahaan punya misi dan manajemen dengan mengadakan latihan team building atau pertemuan motivasi, bertujuan membuat karyawan menjadi bersemangat.
Tapi penelitian menunjukkan, memaksa orang untuk merasa positif terhadap sesuatu yg mereka gak yakini atau gak suka, hanya akan membuat mereka lebih tertekan, gak nyaman dan gak bahagia dengan pekerjaannya.

* Makan Makanan Cepat Saji
Sebagian besar pegawai kantor pergi keluar untuk makan siang yg gak sehat sesekali, tanpa menyadari bahaya negatif yg mengintai.
Makanan cepat saji biasanya memiliki sekitar dua kali lipat kalori dibandingkan dengan makanan lain yg serupa dengan porsi yg sama, dan mereka memiliki banyak lemak teroksidasi, yg meningkatkan risiko penyakit jantung.

Sumber : http://cdproom.blogspot.com/2013/03/cara-pekerjaan-kantor-yang-merusak-tubuh.html
komentar | | Read More...

Efek Warna Dalam Interior Ruang Kerja Kantor

Warna dapat memunculkan kesan positif atau negatif yang mempengaruhi kondisi sebuah ruangan, terutama ruang kerja. Jadi, bagi Anda yang ingin memaksimalkan produktivitas kerja karyawan di kantor Anda, sebaiknya perhatikan aplikasi desain warna yang digunakan.
alt
Berikut adalah beberapa efek warna dalam interior ruang kerja kantor:
Merah, merupakan pilihan warna yang sangat menguntungkan. Lewat aplikasi warna merah, suasana ruang kerja menjadi warna hidup, penuh sukacita, kebajikan, dan mengalirkan energi positif serta semangat karyawan dalam bekerja. 
Kuning, pilihan warna yang sangat baik untuk lingkungan kerja. Kuning dapat merangsang saraf untuk lebih fokus, berkonsentrasi, dan memunculkan kesan hidup yang membuat karyawan bersemangat. Kinerja karyawan meningkat dan kemungkinan sukses menunggu Anda ketika Anda cat kantor Anda dalam nuansa kuning.
Oranye, sama seperti kuning, paduan warna oranye pada ruang kerja kantor dapat mendorong kreativitas serta merangsang rasa prediktabilitas dan stabilitas.
Hijau dan biru,warna-warna ini memiliki makna menguntungkan karena dapat menstimulasi dan meningkatkan kondisi kerja yang menenangkan dan juga  memberi nuansa keharmonisan, sukacita, serta pertumbuhan.
Ungu, adalah warna pemikir untuk mencapai besar seperti filsuf, pemimpi, penulis, dan visioner. Pada ruang kerja kantor, ungu dapat dihadirkan lewat aksesoris misalnya, lukisan dalam variasi warna ungu. Kehadirannya,dapat meningkatkan kreatifitas yang akhirnya mampu menciptakan produktivitas terutama di area kerja.

Sumber : http://edupaint.com/diskusi/fungsi-perkantoran/4003-efek-warna-dalam-interior-ruang-kerja-kantor.html
komentar | | Read More...

Finger Point [Aplikasi Android Untuk Remote Power Point]

Penulis : Unknown on Kamis, 02 Januari 2014 | 04.55

Kamis, 02 Januari 2014

Malam Sobat, kali ini saya ingin membagi tips buat kalian semua. Pastinya kalian tau kan yang namanya presentasi? biasanya kita pakai software/aplikasi MS.Office PowerPoint. Nah, kalo biasanya kita liat kadang ada orang yang pakai remote untuk menjalankan presentasinya itu kelihatan seru. kita gak harus mondar-mandir ke laptop buat mencet tombol next, atau kalo gak gitu kita nyuruh operatornya untuk menekan tombol next. Daripada kayak gitu mending kalian (terutama pengguna Android) cobain aplikasi yang namanya Finger Point.




Caranya gampang banget.
 
Pertama pastikan PC/Laptop sudah terdapat Bluetooth, kalau gak ada beli aja yg eksternal, murah kok gak sampai 20ribu. Lalu pairing/pasangkan bluetooth dari Android kalian dengan yg di PC/Laptop kalau sudah, install Finger Point di Android kalian,, bisa di cari di googleplay. pasti tau dong caranya.. kalau udah tampilannya seperti ini

 Setelah itu instal Finger Point clientnya untuk PC/Laptop bisa download di sini >>FingerPointClient<<
lah karena file ekstensinya .jar , jadi PC/Laptop kita harus sudah terinstal Java Runtime Emulator, bisa download di sini >>JavaRuntimeEmulator<<

setelah itu buka FingerPointClient yg sudah di download tadi hingga tampilan seperti ini


Lalu pada Android kalian ketuk tanda






Setelah itu koneksikan ke Bluetooth PC/Laptop kita. Setelah terkoneksi tinggal buka file Power Point dan jadilah remote Power Point Android kita :D
Selamat Mencoba


komentar (1) | | Read More...

YM Status

 
Design Template by panjz-online | Edited by Cupris | Powered by Blogger